
Surabaya, 7 Desember 2023 – Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari memberikan pelatihan kepada mak-mak di Surabaya terkait pembuatan hantaran pernikahan dan hiasan uang mahar pada Senin (4/12).
Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan potensi-potensi bisnis dengan melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menciptakan ladang usaha yang menjanjikan.
“Belakangan ini masyarakat menyukai hal-hal berbau estetik dan elegan. Oleh karena itu, produk hantaran pernikahan dan mahar uang banyak dijual untuk para UKM untuk keperluhan seserahan, lamaran dengan harga rendah hingga tinggi sesuai kualitasnya.” ujar Agatha tertulis, Kamis (6/12)
Hantaran pernikahan itu disusun dengan berbagai macam bahan, mulai dari peralatan salat, pakaian, tas, sepatu, make up, peralatan mandi, atau susunan uang dengan warna senada agar tampak unik dan cantik.
Agatha menjelaskan hantara biasanya dijual dengan harga bervariatif sesuai jumlah bahan yang disusun.
Menurutnya, membuat kerajinan dibutuhkan ketekunan untuk mendesain yang diinginkan agar menarik diaplikasikan pada barang-barang yang akan disusun untuk memperoleh nilai seni yang tinggi.
“Ayo bangun semangat berbisnis kita, kembangkan kreativitas dan inovasi tanpa henti. Bisnis yang besar dimulai dari yang kecil. Bisnis yang sukses dan kuat karena sebuah proses,” kata Caleg DPRD Jatim Dapul Surabaya dari PDI Perjuangan itu.
Kreativitas, kejelian melihat permintaan pasar akan membawa peluang untuk menjadikan ladang membuka usaha berbisnis hantaran pernihakan.
“Mari kita gaungkan terus kesadaran masyarakat untuk mencintai dan bangga dengan produk-produk UKM sehingga makin mendorong munculnya para wirausahawan baru di Jawa Timur,” ucapnya.
Perekonomian Jatim mencapai Rp 2.730 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,34 persen. Konsep ekonomi Jatim merupakan ekonomi yang inlusif berbasis ekonomi kerakyatan.
Kondisi ini ditandai dengan peran yang sangat strategis dari koperasi umkm yang menjadi backbone perekonomian jawa timur dengan kontribusi sebesar 57.81 persen.
Kemampuan UMKM menyerap 97 persen dari total tenaga kerja memberikan bukti bahwa UMKM yang tercatat sebanyak 9,78 juta itu menajdi salah satu usaha yang mampu bertahan dan penopang perekonomian dan dapat menyerap tenaga kerja terbanyak dibandingkan sektor usaha lainnya.
Artikel ini telah tayang di JPNN.COM dengan judul Ciptakan Ladang Usaha, Agatha Ajak Mak-Mak Belajar Buat Hantaran Nikah
